TEXT BOOKS KATANYA …… jika begini, rakyat blenger (muak).

JIKA benar SBY menyiapkan Sri Mulyani sebagai skoci cawapres kalau Partai Golkar tidak bersedia menjadi partner lagi, berarti skenario internasional berhasil menancapkan pengaruhnya di Indonesia. Sebab, dua orang ini, SBY-Sri, merupakan tokoh kesayangan internasional, terutama komunitas keuangan internasional, seperti Amerika Serikat, IMF, dan World Bank.

“Inilah pasangan ideal yang didambakan oleh masyarakat keuangan internasional. Amanlah kepentingan komunitas keuangan internasional kalau duet ini terjadi. Mereka pasti akan membentuk pencitraan-pencitra an,” ujar Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakry, Kamis (5/2).

Mengapa SBY memilih Sri Mulyani, menurut Umar, karena Menkeu yang merangkap Plt Menko Perekonomian itu lebih bisa diterima masyarakat keuangan internasional ketimbang Jusuf Kalla. “Untuk aspek kepentingan keuangan internasional tentu lebih memilih SBY-Sri. Kalau JK ini kan sebenarnya orang yang banyak ide, yang bisa-bisa berbahaya bagi kepentingan internasional, ” katanya.

Orang seperti JK ini, lanjut Umar, adalah tipe orang yang berani mengambil risiko. Sedangkan kalau Sri Mulyani lebih text book. “Jadi langkah-langkah yang akan dilakukan selalu berdasarkan text book, yang sudah dibaca betul oleh masyarakat keuangan internasional. Dan, ini akan lebih aman buat mereka,” paparnya.

Namun demikian, kemungkinan SBY melepas JK dan kemudian menggandeng Sri Mulyani, masih belum final. “Kemungkinannya masih fifty-fifty, bisa tetap terus dengan JK, bisa juga berpisah,” tegasnya.

Ada dua kemungkinan bagi SBY. Pertama, jika SBY tetap bersama JK pertimbangannya kalau perolehan suara Demokrat jauh di bawah perolehan Golkar. Kedua, kalau Golkar sendiri belum punya skenario untuk berkoalisi dengan partai yang lain.

Sampai bulan April, lanjut Umar, akan terjadi perkembangan politik yang cepat sekali. “Kalau Golkar merasa tersinggung dengan sepak terjang Demokrat atau SBY, bisa saja dari sekarang Golkar sudah mempersiapkan skenario untuk berkoalisi dengan PDIP atau Golkar membuat kekuatan ketiga sebagai kekuatan alternatif,” paparnya.

Umar melihat, tampaknya skenario kedua yang akan dipilih Golkar menjelang Rakonnas Golkar Februari ini. Namun demikian, keputusan-keputusan politik yang dibuat oleh partai-partai politik sebelum 9 April 2009, sifatnya masih sangat karet. Artinya masih elastis, susah ditafsirkan, serta masih bisa mengembang dan mengempis.

Umar mencontohkan, Rakernas PDIP di Solo. Sebelum rakernas kabarnya sudah diagendakan bahwa PDIP akan menentukan siapa cawapres Megawati. Ternyata rakernas tidak berani mengambil keputusan nama cawapres itu. Bahkan beberapa orang yang dinominasikan PDIP hanya disebut syarat-syaratnya saja.

“Tidak tertutup kemungkinan dalam Rakonnas Golkar nanti, keputusan karet seperti itu akan diambil juga. Itu yang paling mungkin. Saya tidak yakin Golkar akan menyebut siapa nama capresnya. Kalaupun menyebut nama, biasanya akan disebut 10 orang dan SBY akan masuk di antara itu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: