Negara ‘Minyak’ Ancam SBY?

Citizen Journalism
13/02/2009 – 06:00
Negara ‘Minyak’ Ancam SBY?

Anjloknya harga minyak di pasaran dunia yang menembus angka di bawah US$ 40/barel, sedikit banyak telah menenangkan pemerintahan SBY. Karena dengan demikian, harga minyak di dalam negeri juga akan turun.

Namun baru- baru ini negara-negara pengekspor minyak dunia, OPEC, berencana mengurangi produksi minyak mereka. Hal ini tentu akan mempengaruhi pasokan dan harga minyak dunia. Indikasi tentang pengurangan produksi dan pasokan minyak dunia ini memunculkan spekulasi bahwa negara-negara penghasil minyak, khususnya negara-negara Arab tentang ketidaksenangan mereka terhadap pemerintahan SBY, yang juga menggunakan fluktuasi harga minyak dunia sebagai indikator keberhasilan pemerintahannya.

Spekulasi ini tentunya akan menimbulkan pertanyaan tentang mengapa negara-negara tersebut menginginkan pengurangan produksi minyak, selain bahwa anjloknya harga minyak dunia akan sangat menguras sumber daya alam mereka. Walaupun sesungguhnya, peningkatan produksi minyak akan memberikan pengamanan terhadap ongkos produksi. Masalah ini sesungguhnya tidak akan terlepas dari interes nasional mereka, khususnya dengan semakin meningkatnya ancaman perang di Timur Tengah.

Penurunan produksi minyak yang berimplikasi pada meningkatnya harga minyak, sedikitnya akan mengurangi kemungkinan perang akibat berkurangnya cadangan minyak negara-negara penyelenggara perang yang merupakan logistik peperangan mereka.

Implikasi lain yang muncul adalah berkurangnya peran Mesir dan Indonesia dalam perang Israel-Palestina. Mesir merupakan sumber logistik minyak tercepat bagi Israel dan juga mediator perdamaian dalam perang Israel-Palestina. Pengurangan pasokan minyak tentunya akan menjadikan nilai tawar politik mesir terhadap Israel akan berkurang.

Sedangkan Indonesia yang merupakan sumber logistik bagi rakyat Palestina akan mengalami pengurangan peran, karena meningkatnya subsidi minyak dalam negeri yang juga akan meningkatkan eskalasi permasalahan rakyat, terutama menjelang pemilu.

Hal ini disebabkan oleh gerahnya sebagian negara Arab terhadap partisipasi Indonesia yang berlebihan dalam mendukung perjuangan Palestina. Subsidi minyak yang meningkat ini juga akan berimplikasi pada peningkatan distrust terhadap pemerintahan SBY sebagai efek yang disengaja maupun tidak.

Bila efek ini disengaja, hal ini sesungguhnya merupakan peringatan terhadap pemerintahan SBY terhadap nasibnya di pemilu 2009. Namun bila bukan merupakan suatu yang ditujukan bagi pemerintahan SBY, maka hal ini juga akan tetap mempengaruhi nasib pemerintahannya.

Fahrudin Dahlan, fahrudin.dahlan@ gmail.com

Pemilu 2009
12/02/2009 – 11:59
Amien: Iklan Demokrat Bohong!
Vina Nurul Iklima
Amien Rais
(inilah.com/ Wirasatria)

politik Partai Demokrat yang menonjolkan penurunan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok rakyat dinilai mantan Ketua MPR Amien Rais sebagai pesan yang tidak jujur. Amien menyarankan parpol lain tidak ikut-ikutan membuat iklan dengan cara yang sama.

Saat berbicara di diskusi ‘UU Minerba dan Keberpihakan Kepada BUMN’ di Gedung DPD Jakarta, Kamis (12/2), dalam sambutannya, Amin menunjukkan iklan Partai Demokrat satu halaman penuh di salah satu media cetak nasional yang menjelaskan harga-harga yang turun.

Dalam diskusi yang dipimpin Ketua KPK-N Marwan Batubara, Amien mengatakan bahwa saat ini UU dan Perppu yang dibuat telah mencederai UUD 1945. Amin mengatakan bahwa dalam kurun waktu yang cukup lama bangsa Indonesia telah menjadi bangsa yang tak berani jujur terhadap dunia dan dirinya sendiri. Dan disinilah sindiran Amien pun terlontar.

“Jadi dengan segala hormat saya katakan ini (iklan) sama saja. Bahwa dengan tema-tema harga minyak tanah turun, harga daging turun, itu tak jujur terhadap diri sendiri dan orang lain,” papar Amien.

Mantan Ketua Umum PAN ini mengimbau agar semua pihak berpikir untuk masa depan, jangan ikut-ikutan tidak bisa berpikir. Sebab, lanjutnya, saat ini Indonesia telah menjadi negara yang paling keok di Asia di antara Myanmar dan Bangladesh.

“Tapi saya tidak pesimis kita akan runtuh, karena ini bangsa besar, bangsa ini terlalu kaya, dikorupsi berapapun tidak ambruk-ambruk,” selorohnya. [ikl/dil]

Politik
12/02/2009 – 11:52
Amien: Iklan SBY Tidak Jujur
Vina Nurul Iklima
Amien Rais
(inilah.com/ Wirasatria)

Mantan Ketua MPR Amien Rais menyindir iklan SBY dan Partai Demokrat yang dinilainya tidak jujur.

Saat berbicara di diskusi ‘UU Minerba dan Keberpihakan Kepada BUMN’ di Gedung DPD Jakarta, Kamis (12/2), dalam sambutannya, Amin menunjukkan iklan Partai Demokrat satu halaman penuh di salah satu media cetak nasional yang menjelaskan harga-harga yang turun.

Dalam diskusi yang dipimpin Ketua KPK-N Marwan Batubara, Amien mengatakan bahwa saat ini UU dan Perppu yang dibuat telah mencederai UUD 1945. Amin mengatakan bahwa dalam kurun waktu yang cukup lama bangsa Indonesia telah menjadi bangsa yang tak berani jujur terhadap dunia dan dirinya sendiri. Dan disinilah sindiran Amien pun terlontar.

“Jadi dengan segala hormat saya katakan ini (iklan) sama saja. Bahwa dengan tema-tema harga minyak tanah turun, harga daging turun, itu tak jujur terhadap diri sendiri dan orang lain,” papar Amien.

Mantan Ketua Umum PAN ini mengimbau agar semua pihak berpikir untuk masa depan, jangan ikut-ikutan tidak bisa berpikir. Sebab, lanjutnya, saat ini Indonesia telah menjadi negara yang paling keok di Asia di antara Myanmar dan Bangladesh.

“Tapi saya tidak pesimis kita akan runtuh, karena ini bangsa besar, bangsa ini terlalu kaya, dikorupsi berapapun tidak ambruk-ambruk,” selorohnya. [ikl/dil]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: