SBY-Kalla Saling Sandera

Oleh:
Tutut Herlina/Inno Jemabut

Jakarta – Posisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan saling menyandera hingga pemilihan umum legislatif digelar. Pasalnya, SBY membutuhkan Jusuf Kalla yang menjadi Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar).
Posisi Jusuf Kalla tersebut akan menentukan arah kebijakan Golkar.
Sementara itu, Kalla membutuhkan Yudhoyono sebagai calon presiden (capres) yang tetap bisa berpasangan dengannya. Yudhoyono sejauh ini dinyatakan hampir seluruh lembaga survei menjadi capres yang paling populer.
Hal itu disampaikan Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA di sela-sela workshop tentang “Pengenalan Survei untuk Wartawan” di Jakarta, Rabu (11/2) pagi.
“JK dan SBY ini akan saling menyandera,” ujarnya menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Akhmad Mubarok, yang menyebutkan bahwa Partai Demokrat tidak akan menggandeng Jusuf Kalla jika perolehan suara Partai Golkar hanya mencapai 2,5 persen dari jumlah pemilih. “Golkar tetap akan ada di urutan tiga besar. Tidak mungkin suaranya 2,5 persen,” imbuhnya.
Denny menambahkan, Yudhoyono akan menghadapi dilema sampai pemilu legislatif. Pasalnya, Yudhoyono harus mengakomodasi kepentingan yang berbeda. Di satu sisi, ia harus menjaga harmoni perasaan Jusuf Kalla.
Bagaimanapun, masa duet kepemimpinan Yudhoyono-Kalla masih panjang, yakni hingga Oktober 2009. Di sisi lain Yudhoyono harus melihat realitas politik, di mana Partai Demokrat membutuhkan wapres yang baru. Ini supaya tidak ada partai yang terlalu kuat yang akan mengontrol Yudhoyono.

Dengan demikian, ke depan hanya ada satu presiden bukan seperti saat ini yang seolah-olah ada matahari kembar. “JK saat ini malah the real Presiden. Ia lebih power full. Cuma wapres yang tidak terlalu kuat di politisi,” kata Denny.

Ulang 2004
Menurut Denny, kemungkinan besar Golkar akan seperti Pemilu 2004. Partai berlambang pohon beringin tersebut akan terpecah menjadi dua kubu, antara yang resmi dan tidak resmi. Golkar yang resmi akan dibawa Kalla, sedangkan Golkar yang tidak resmi akan dibawa kepada capres yang kemungkinan akan menang.
Perpecahan di tubuh Golkar sebenarnya bukan hanya terkait dengan soal pencapresan, tetapi juga ada perebutan kursi ketua umum pada 2010.
“Kalau Kalla jadi lagi, wapres atau presiden, ia akan menjadi ketua umum lagi. Jadi, ini bukan soal semata-mata untuk perebutan capres, tapi juga kursi ketua umum. Banyak anggota Golkar saat ini yang ingin duduk di kursi ketua umum,” paparnya.
Ketua Presidium PA GMNI, Palar Batubara mengatakan, sangat berbahaya apabila komunikasi politik di dalam satu kekuasaan tidak tercipta. Bagaimana seorang wakil ketua umum partai yang sedang memerintah dapat mengeluarkan pernyataan yang mengecilkan sesama kekuatan di pemerintah. Bagaimanapun, Golkar adalah partai yang telah mempunyai akar yang kuat dalam masyarakat dan telah teruji kehadirannya.
Menurutnya, antara Ketua Dewan Pembina dan Eksekutif PD tidak terjadi komunikasi politik dan ini sangat mengganggu kehidupan politik di Tanah Air. Ketua Dewan Pembina Demokrat adalah presiden, sedangkan Ketum Golkar adalah wapres yang menjalankan pemerintahan yang banyak dipengaruhi selama ini pada kedudukan parlemen.
Dia mengatakan, semestinya pemimpin harus berbicara bijak dan tidak boleh mengecilkan sesama kekuatan politik yang ada dan ini akan bergulir terus di tengah meningkatnya suhu politik di Tanah Air.
Pengamat politik LIPI Syamsudin Haris menyatakan hal itu, saat dihubungi SH, di Jakarta, Rabu. Ia mengatakan, Partai Golkar kemungkinan akan memikirkan kembali koalisinya dengan Partai Demokrat. Hal ini menyusul pernyataan kontroversial Wakil Ketua Partai Demokrat Achmad Mubarok yang menybutkan suara Golkar tidak akan melebihi 2,5 persen pada pemilu legislatif April mendatang.
Dia memperkirakan desakan dalam internal Golkar agar partai tersebut mencalonkan sendiri presiden akan makin menguat.
Apalagi, kata Syamsudin, Golkar akan menggelar Rapat Konsultasi Nasional (Rakornas). “Saya kira di rapat itu desakan akan semakin kuat,” ujarnya. Tentu, dikatakannya, sebagai partai pemenang Pemilu 2004, Golkar tidak ingin didikte Partai Demokrat.
Pengamat politik CSIS J Kristiadi mengatakan, dalam rakornas nanti, dipastikan bakal ada desakan untuk Golkar mencalonkan presiden sendiri. Ini sebagai bentuk bahwa Golkar ingin menaikkan posisi tawarnya terhadap Partai Demokrat.
“Rakornas itu untuk menandingi sikap SBY dan Partai Demokrat yang seolah-olah bermain-main dalam komitmen koalisi,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat marketing politik Universitas Indonesia (UI) Firmansyah di Jakarta, Rabu, mengatakan Yudhoyono dalam posisi sulit untuk kembali menjadi calon presiden pada Pemilu 2009. Desakan di internal Partai Golkar agar partai tersebut tidak mencalonkan Yudhoyono sebagai calon presiden semakin kuat seiring dengan pernyataan Achmad Mubarok bahwa bisa jadi Partai Golkar hanya memperoleh 2,5 persen suara dalam pemilu legislatif.
Menurutnya, jika Partai Golkar meninggalkan Partai Demokrat, sementara Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan judicial review atas UU Pilpres, maka peluang Yudhoyono untuk menjadi calon presiden sekalipun bisa pupus.
“Target Partai Demokrat untuk mencapai 20 persen kursi DPR itu tidak realistis. Paling maksimal partai itu mencapai 10 persen. Sangat sulit bisa raih suara lebih dari itu,” ucap Firmansyah.
Pernyataan Achmad Mubarok harus dimaknai bahwa Partai Golkar dan juga Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla bukan lagi elemen penting bagi Partai Demokrat ke depan. Di samping itu, mencerminkan menguatnya desakan di internal Partai Demokrat agar Yudhoyono tidak perlu lagi berduat dengan Jusuf Kalla pada pemilu mendatang.
Apa yang dilakukan Yudhoyono dengan mengklarifikasi pernyataan Mubarok, menurut Firmansyah, hanya untuk menyelamatkan kabinet dan pemerintahan yang ada sekarang. “Saya yakin Jusuf Kalla akan dicecar DPP Partai Golkar. Dia sendiri juga telah menunjukkan kemarahannya dengan pernyataan itu,” katanya.

Mubarok Ditegur
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengaku terkejut dengan pernyataan yang dikeluarkan Achmad Mubarok mengenai Partai Golkar. Yudhoyono sudah menegur Mubarok dan menyatakan tidak ada niat Partai Demokrat untuk melecehkan partai berlambang pohon beringin itu.
“Saya sudah memberikan teguran langsung kepada kader Partai Demokrat, Saudara Mubarok, yang saya nilai mengeluarkan statement. Andaikata apa yang diucapkan itu persis apa yang diangkat oleh media massa dan itu juga yang ditangkap oleh saudara-saudara kita, karena statement Mubarok di luar sepengetahuan partai, apalagi saya,” ujar Yudhoyono di kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2).
Yudhoyono memilih mengeluarkan pernyataan di kediaman pribadinya, bukan di Istana ataupun ketika melakukan kunjungan kerja di PT Pupuk Kujang, dengan pertimbangan untuk menghindari konflik kepentingan antara dirinya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat atau ketika menjalankan tugas sebagai presiden.
Yudhoyono menyadari, akibat pernyataan Mubarok membuat para kader Partai Golkar dan Jusuf Kalla agak emosi. Oleh karena itu, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, dia menyampaikan penjelasan resmi seperti ini. “Yang jelas, Partai Demokrat tidak pernah berpikir untuk melecehkan Partai Golkar, tidak ada niat dan tidak ada pikiran sama sekali. Partai Golkar adalah sahabat dekat Partai Demokrat. Hubungan keluarga besar Partai Demokrat dengan keluarga besar Partai Golkar selama ini berjalan dengan baik,” jelas Yudhoyono seraya mengatakan apa yang dikatakan Mubarok mungkin saja slip of the tongue atau tak disengaja. (dina sasti damayanti/vidi vici)

Satu Tanggapan

  1. pemilu masih jauh tapi dah memanas
    http://www.24bit.tk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: