Pertemuan KNPI di Bandung Ricuh

Jakarta, 9 Pebruari 2009 05:50
Pertemuan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) nasional dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) se-Indonesia di Bandung, Minggu, berakhir ricuh, sehingga memaksa Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Bandung untuk menghentikannya.

Pertemuan yang berakhir Senin dinihari sekitar pukul 02.15 WIB itu merupakan ajang silatuarahmi antara OKP nasional dan DPD KNPI se-Indonesia yang diprakarsai oleh DPD KNPI Jawa Barat untuk menjembatani dualisme kepemimpinan di tubuh KNPI, yakni KNPI versi Kongres Bali pimpinan Aziz Syamsuddin dan KNPI versi Kongres Ancol pimpinan Ahmad Doli Kurnia.

Pada awalnya, pertemuan yang berlangsung di Hotel Homann, Jl Asia Afrika, Bandung, berlangsung tertib dengan agenda utama adalah silaturahmi.

Kedua kubu, pada awalnya sama-sama menyatakan ingin mencari solusi atas dualisme kepemimpinan yang ada. Namun, pada malam hari sekitar pukul 09.00 WIB suasana mulai memanas, karena forum tersebut berujung pada upaya pengambilan keputusan untuk mendukung salah satu dari dua kubu KNPI tersebut.

Kericuhan berawal ketika moderator selaku Tim Pengundang, mengarahkan apa yang akan dilakukan forum tersebut, apakah akan diselesaikan saat itu dengan pengambilan keputusan bersama, atau menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu kubu Aziz Syamsuddin telah melaporkan masalah itu ke pihak kepolisian untuk mencari kebenaran secara hukum. Namun, hingga kini belum ada keputusan secara hukum.

Akibatnya, para peserta pertemuan dari kedua kubu saling melontarkan argumennya masing-masing hingga memicu terjadinya keributan.

Pada pukul 23.00 WIB, pertemuan yang dihadiri ratusan orang peserta itu semakin memanas, setelah kedua ketua umum berbicara.

Ahmad Doli Kurnia menyatakan, pihaknya tidak tersinggung atas laporan dari pihak Aziz Syamsuddin ke polisi.

“Saya pun tidak merasa dizalimi tetapi memang karena ada dua kubu ini, saya berharap dapat bersatu dan segera ada penyelesaian terhadap dualisme kepemimpinan KNPI,” katanya.

Sementara itu, Azis Syamsuddin juga menyatakan hal yang sama. Ia menegaskan keinginannya untuk menyelesaikan konflik itu karena selama ini pihaknya sudah terganggu dengan adanya dualisme kepemimpinan, apalagi ada sejumlah kader dari OKP yang sama namun duduk di kedua kubu kepengurusan KNPI.

Aziz menyatakan, sebaiknya KNPI bersatu dan menyatakan akan bersikap legowo jika dalam forum tersebut yang terpilih bukan dari kubu KNPI Kongres Bali.

“Saya akan menerima itu dan kepada teman-teman dari Kongres Bali, saya harap juga bisa menerima hal itu,” katanya.

Setelah Ketua Umum KNPI dari dua kubu itu berbicara, Tim Pengundang melalui moderator berusaha mencari solusi dengan mempersilakan forum memilih salah satu kubu. Hal itu langsung memicu keributan dengan saling melontarkan kata-kata kasar di antara para peserta yang pro dan kontra dengan keinginan tersebut.

Akibatnya, seorang peserta bernama Robby dari Generasi Muda Parmusi, kubu Ahmad Doli Kurnia, dipukul peserta lainnya, setelah sebelumnya ada peserta yang menegaskan agar jangan ada yang mengotori ajang silaturahmi tersebut.

Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana dan wakilnya yang berada di dalam ruangan tersebut berusaha menenangkan suasana namun nampaknya tidak digubris oleh peserta pertemuan.

Tak lama kemudian, satuan pengamanan berseragam masuk ke ruangan untuk mengamankan suasana.

I Ketut Untung pun langsung naik ke mimbar dan meminta izin kepada panitia untuk menghentikan pertemuan tersebut karena sudah lewat tengah malam.

“Hari sudah larut malam, sudah pukul 02.00 WIB dini hari. Saya minta izin ke panitia untuk menghentikan acara pertemuan tersebut dan dilanjutkan pada pagi hari,” tegasnya.

Akhirnya, para peserta pertemuan pun membubarkan diri meski masih ada beberapa kelompok peserta yang berkumpul di ruangan tersebut. Belum diketahui apakah pertemuan silaturahmi tersebut akan dilanjutkan pada pagi hari atau tidak. [TMA, Ant]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: