PILKADA JATIM

Tak hanya KH Hasyim Muzadi yang berang dengan indikasi adanya kecurangan di Pilkada Jatim. Ketua Fatayah NU Jatim Faridatul Hanum bahkan siap melakukan aksi boikot SBY di Pilpres 2009 dengan mengerahkan jaringan Fatayat—lembaga otonom NU berbasis perempuan—di seluruh Indonesia.

 

“Tidak hanya warga NU yang akan memboikot, tapi juga kaum perempuan yang lain,” ujar Faridatul Hanum

Kenapa Anda mengancam akan memboikot SBY?

Kita kecewa SBY begitu besar intervensinya pada Pilgub Jatim. Ada apa sih sesungguhnya sampai kecurangan-kecurang an itu tidak terekspos. Kecurangan-kecurang an itu sangat rapih dari atas sampai bawah. Struktur birokrasi juga berjalan rapi sekali.

 

Contohnya?

Seperti Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Rasio, sampai kampanye terang-terangan. Tapi nggak ada Panwaslu, nggak ada yang mempersoalkan. Para bupati juga banyak melakukan kempanye terbuka, seperti Bupati Lamongan, Bojonegoro, dan bupati di daerah lain. Semua itu dibiarkan saja. Artinya, dari mulai kampanye, mereka sudah tidak sehat, tapi tidak ada sikap dari penyelenggara Pilgub. Kenapa mereka sampai berani bertidak curang seperti itu. Kalau tidak ada yang mem-back up kan tidak mungkin terjadi. Setelah ditelisik, ternyata intervensi SBY sangat tinggi untuk memenangkan pasangan Karsa.

 

Termasuk penggatian Pangdam V/Brawijaya?

Betul. Karena Pangdam yang lama (Mayjen TNI Bambang Suratno) dianggap masih bisa berkomunikasi dengan Pak Mudjiono (pasangan Khofifah). Masuk akal nggak, kurang empat hari pelaksanaan pilgub, Pangdam diganti. Ada apa itu? Ini jelas bagian dari skenario pemenangan pasangan Karsa yang dilakukan SBY. Makanya, SBY harus bertanggung jawab atas segala kecurangan yang terjadi. Kita sudah menemukan banyak kecurangan dan ada bukti-buktinya.

 

Bentuk boikotnya nanti seperti apa?

Kami akan lakukan seruan secara nasional, tidak hanya Jawa Timur. Jawa Timur sudah selesai, sudah oke. Tidak hanya warga NU yang akan memboikot, tapi juga kaum perempuan yang lain. Karena semua orang tahu siapa Ibu Khofifah. Beliau adalah Ketua Muslimat NU Pusat yang membawahi Muslimat NU se-Indonesia. Menyakiti Ibu Khofifah sama saja menyakiti seluruh perempuan NU se-Indonesia. Kita sangat mudah kalau mau membuat seruan kepada seluruh kaum perempuan NU. Ini akan sangat dahsyat gerakannya.

 

Apa bentuk intervensi SBY?

Banyak sekali. Semua orangnya SBY turun ke Jawa Timur, termasuk Moh Nuh (Menkominfo) . SBY juga menurunkan Andi Mallarangeng (Jubir Presiden) ketika kampanye. Andi terjun langsung ke tempat-tempat yang tidak dijangkau Ibu Khofifah, dan itu terbukti di kantong-kantong itu suara Kaji kalah karena ada ultimatum untuk memenangkan Karsa. Kalau kecurangan bisa terjadi seperti ini, mau jadi apa demokrasi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: