PARA PEMIMPIN NEGERI INI YANG TAK BERHENTI MAKAN DARI KERINGAT RAKYAT

Angin tak lagi menyejukkan saat datang menyapa di tengah malam, pelan seperti
biasa tapi penuh sesuatu. Penuh isak ratapan disana-sini, diantara do’a-do’a
yang tiada berhenti mengadu akan nasib-nasib yang dialami, diantara asa-asa yang
tersisa.

Aku berpijak pada tanah negeri di mana para pemimpinnya tidak punya malu..
mereka yang punya kekuasaan sedikit saja menjadi figur-figur penindas baru yang
seakan kelak seperti para pemimpin di negeri ini, penuh manipulasi, mabuk oleh
kekuasaan, rakus serakus rakusnya di tengah kemelaratan rakyatnya.

Tragedi kemanusiaan beberapa hari yang lalu di pasuruan,mereka yang rela
tersesak diantara ribuan antrian mengharap zakat tiga puluhan ribu rupiah,
merenggut dua puluh satu nyawa.., satu realitas yang sempat terekam. Memiriskan
hati, menyayat pilu negeri ini. Besaran uang yang bukan apa-apa bagi mereka yang
memakan gaji dari pajak keringat rakyat.

Apa yang dilakukan oleh pemimpin negeri ini? Dimana Bupati sebagai pemimpin
daerah? Dimana para menteri atau departemennya? Dimana kau Presiden?, Dimana
kalian wahai yang memakan dari hasil pajak keringat rakyat? Lalu, apa yang
kalian hasilkan memimpin negeri ini?

Ah, kalian tetap saja seperti biasa, sibuk mencuci tangan bila ketauan kalian
tidak melakukan apa-apa.. Tanggung Jawab? Tetap saja rakyat yang menanggung,
kalian jawab saja tergagap-gagap, sebagiannya lagi berkicau saja, hanya angin
yang bisa kalian keluarkan. Kemahiran pemimpin di negeri ini adalah kentut pake
mulut!

Seandainya rakyat berhenti memberikan pajak, apa kalian para pemimpin negeri ini
masih bisa makan? Kekayaan yang kalian kumpulkan adalah dari keringat rakyatmu,
dari kelihaianmu menjual atas nama rakyatmu.
Masih beraninya kalian meninggikan dagu kalian ketika berjalan di tengah ratapan
rakyatmu. Kalian pura-pura tidak tau kemiskinan yang berada disekelilingmu, yang
dari mereka sehingga kalian punya jabatan mengurus negeri ini. Kalian hanya
sibuk memperbesar kemaluan, namun tidak punya malu..

‘Pembangunan telah meningkat, ekonomi semakin maju,’ Kata kalian yang memimpin
negeri ini..tanpa kalian pun sama saja. Yang benar adalah bahwa Keluarga kalian
yang meningkat, kroni-kroni kalian yang maju. Kalian membuat angka-angka
statistik yang menguntungkan bagi kalian, tapi tidak buat rakyatmu. Kalian hanya
makin memperlebar kesenjangan, antara pejabat dengan rakyat. Siapa pun tau,
kalian hidup bergelimang kekayaan dari gaji yang besar yang kalian minta
ditambah uang-uang sogokan dari menjual jabatan kalian, jabatan-jabatan
mengelola keringat rakyat.

Di kepala kalian hanya jabatan-jabatan, tidak bercermin kalau sebenarnya kalian
telah gagal. Rakyat seperti tidak punya pemerintah lagi, yang peduli akan nasib
mereka. Para pemerintah sibuk akan nasibnya sendiri, mempertahankan jabatan
mereka sekuat-kuatnya dengan segala cara, sebisa-bisanya. Mengumpulkan
sebanyak-banyaknya uang rakyat ke pundi-pundi mereka. Para pemimpin
berlomba-lomba bagaimana menghisap uang trilyunan rupian tiap tahunnya dalam
kekayaan mereka.

Yang paling berhasil adalah menteri kesejahteraan di negeri ini, kekayaannya
telah mencapai ratusan trilyun… sungguh miris mendengarnya. . di tengah
masyarakat yang tiap hari harus sibuk dalam antrian, sedekah, sembako, minyak
tanah.. rakyat ditengah ketidaktauannya harus mengadu kemana..para wakil mereka
di legislatif menyibukkan diri membuat seabrek-abrek peraturan-peraturan yang
tidak jelas berpihak kemana..para wakil mereka lupa akan tugas mereka
sesungguhnya, mereka adalah wakil rakyat, Penderitaan rakyat dipundak mereka.
Ataukah mereka pura-pura tidak tau kalau mereka dipilih untuk memikul beban
rakyat. Hingga mereka tetap saja sibuk tidak mengesampingkan draft-draft
peraturan yang dibuatnya, sejenak saja, untuk melihat, menengok apa yang sedang
terjadi di rakyatnya.
Sungguh, para pemimpin negeri ini hanya memperbesar kemaluan! Dan tanpa rasa
malu saling menebar pesona di media-media massa. “Semuanya telah ditangani
dengan baik,” kalimat yang sering dilontarkan para pemimpin negeri ini.

Ucapan kosong, penuh angin saja. Mencemari udara yang memang sudah penuh polusi
akibat salah kelola kalian. Kalian kelola kekayaan negeri dengan nama ‘aset
negara’, lalu apa yang didapat rakyat? Kenapa rakyat mesti terinjak-injak demi
untuk turut menikmati kekayaan negeri ini?
Entah berapa nyawa lagi yang mesti terenggut, agar kalian berhenti memakan uang
rakyat…

Diposting oleh Ethos AHM di 15:41
SUMBER:
http://ethos2. blogspot. com/2008/ 09/para-pemimpin -negeri-ini- yang-tak. html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: